Aku berjalan, bukan untuk pergi, tapi pulang. Melihat, bukan untuk mencari, tapi mengerti. Berbicara, bukan untuk didengari, tapi mendengari. Aku ingin pulang dari jauh, ingin mengerti dari yang hilang, ingin mendengar dari dalam. Yang berbisik, bukan yang dikhabarkan. Dalam kata yang tak dituturkan. Bahasa yang tak diajarkan. Atas dasar fizik bahan dan sifat keadaan, dalam mengenal tangan yang menulis setiap kejadian.
0 comments:
Post a Comment